Dari Kunjungan PJs Bupati Sufian Agus, Nilai RSUDAR Berau Perlu Mendapat Pembenahan Fisik
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Direktur Rumah
sakit Umum Daerah Dr Abdul Rifai (RSUDAR) Berau, dr Jusram mengatakan, sebagaimana
yang disampaikan Pjs Bupati Berau Sufian Agus dalam kegiatan kunjungannya,
perlu dilakukan pembenahan terhadap RSUD ini terutama bangunan fisiknya.
“Tadi saat kami masuk ke area perawatan
ICU, beliau nilai fasilitas harus ditambah. Kami sampaikan mudah-mudahan di gedung
baru harapan bisa menambah fasilitas tersebut yang awalnya hanya 4 tempat tidur
menjadi 24 tempat tidur. Karena itu sebenarnya ketentuan Kementerian bukan
ketentuan kami dari kementerian bahwa tempat tidur intensif kurang lebih sebelumnya 220 kita butuh ICU itu 20,” jelas dr
Jusram.
Dari ruang ICU jelas dr Jusram
lagi, tinjauan dilanjutkan ke Ruangan
Perawatan Flamboyan. Saat melihat kamar-kamar rawat inap itu dinilai tidak
sesuai dengan standar, sangat menyadari sesuai
penyampaian Presiden RI Jokowi
tentang KRIS (Kriteria Rawat Inap Standar).
“Supaya ruang rawat inap standar
ukuran sesuai diatur KRIS. Beberapa
ruangan kalau kita liat kondisi sekarang agak susah menyesuaikan karena apa,
bangunan-bangunan yang dimiliki sekarang bangunan tua saat pembangunan belum
menyesuaikan dengan program KRIS,” terang Jusram.
Sehingga tambahnya lagi, tidak ada
standar ruangnya baik luas jarak tempat
tidur untuk menyesuaikan standar rawat
inap itu termasuk kondisinya harus membongkar fisik. Begitupun saat PJs Bupati
melihat ruang rawat sangat sempit apalagi tadi ruangan selasar itu.
“Itu sudah saya sampaikan bahwa
pelayanan di IGD Itu menjadi terhambat ketika ruangan rawat inap penuh karena
mobilisasi IGD itu ke ruang rawat inap. Menjadi lambat karena ruang rawat inap
masih terisi orang karena kita tidak bisa geser jadi pasien-pasien IGD itu
rawat inap ke gedung belakang ,” tandasnya lagi.
Bangunan ruang cuci darah juga
sempat ditinjau Pjs Bupati, berjalan setahun melayani terbatas . Di mana sampai
saat ini hanya melayani 8 pasien cuci darah nah harapannya mudah-mudahan
beberapa waktu lalu sudah melakukan komunikasi Kemenkes ini adalah kerja sama
dengan BPJS.
“Kalau seandainya bulan ini BPJS
itu bisa jalan maka kami pastikan bisa melayani pasien kurang lebih 36 pasien, terkait ini kami sudah menyampaikan kepada BPJS mudah-mudahan mereka segera menindaklajutinya,” katanya. (sep/FN)